Salam......
Saat mataku dijamu wajah mak dan abah waktu pulang kekampung, hilang segala beban yang bersarang di hati..
Ya Allah, betapa sayangnya aku pada mereka....engkau sahaja yang tahu perasaan itu...
berjauhan dengan mereka saat ini pun membuatkan aku kerinduan...
Sungguh, aku tidak tahu mampukah aku menanggung sakitnya perpisahan dengan mereka....
tidak dapat aku gambarkan bagaimana keadaan itu....
Pelik bertandang di hati saat menyaksikan betapa kurang ajar masyarakat melayu hari ini pada ibubapa mereka. Meninggikan suara, menengking dan mengata ibubapa sendiri bagaikan perkara biasa. tidak di tambah lagi kes2 menghantar ibubapa ke rumah orang-orang tua, tidak mengaku ibubapa, menghalau ibubapa dari rumah, merampas harta, memukul sehingga ada yang menbunuh!!!!!! nauzubillah hi minzalik.
Di mana akal yang Allah berikan pada mereka untuk berfikir??? tidak pernah terdetikkah di hati sukarnya saat membawa mereka ke dunia ini??
bertarung nyawa hanya untuk memberi mereka peluang melihat dunia..
siapa yang menyelimuti mereka saat kesejukan?
Siapa yang tidak tidur malam hanya untuk memastikan mereka selesa berada di dalam dakapan saat malam menjelma?
Siapa yang menyuap mereka makansewaktu kecil? siapa yang mencuci najis mereka sewaktu kecil??
siapa yang bekerja bertungkus lumus mencari duit untuk memberi makan kepada mereka??
ibubapalah yang melakukan segalanya...hanya kerana rasa sayang dan kasihkan mereka.
tidak pernah meminta balasan untuk segalanya...
andai ibu meminta balasan air susu yang mereka minum, setitik pun mereka tidak mampu untuk membalasnya....
Memang wujud ibubapa yang zalim, namun siapa kita untuk menghukum????
SEDARLAH.........
seburuk-buruk ibubapa kita, sejahat manapun mereka, mereka pencuri ker, pembunuh ker, itu dosa mereka dengan Allah SWT. kita sebagai anak harus menunaikan tanggungjawab sebagai seorang anak. Menghormati mereka dan menurut segala arahan mereka selagi tidak bertentang dengan hukum. Sedangkan bercakap dengan mereka kita perlu merendahkan suara apatah lagi menyakiti hati mereka walau hanya dengan perkataan. Redha Allah SWT juga terletak pada redha ibubapa kita terhadap kita. Namun kadangkala perasaan meracun kita hingga ego yang menjadi terlalu tinggi untuk mengakui kesilapan itu....
Aku berharap agar Allah SWT sentiasa menberi petunjuk padaku dalam menjaga tingkah laku aku pada ibubapa dan semua orang.....
KEHILANGAN........
merasa kehilangan seorang abang membuatkan aku nanar.....
Seakan hilang arah waktu itu...seakan separuh hatiku hilang saat itu.....
pedih masih terasa walau hampir tiga tahun detik itu berlalu.....
"Kullu nafsin za ikatul maut" tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati.....
suatu ketika nanti pasti aku juga akan dijemput malaikat "Izrail"
bila dan di mana hanya Allah SWT yang tahu...
ku pasrahkan seluruh ragaku menerima kehilangan itu...
kehilangan itu juga merupakan salah satu ujian keimanan kepadaNya...
Aku redha dengan hakikat itu....
namun acapkali hati ini digamit rindu padanya.....
hanya doa dan yasin yang dapat kukirimkan buat Arwah di alam sana....
sehingga kini tidak sedikitpun kasih sayang dan ingatanku pada arwah hilang.....
betapa hebatnya kekuasaan Allah SWT...Subhanallah.....
Alangkah indahnya sekiranya perasaan sayang dan rinduku ini kuuntukkan hanya untukNya...
Aku masih mencuba kearah itu....
InsyaAllah...suatu hari nanti, perasaan itu wujud dalam hatiku dengan izinNya.....